ASN Jangan Diminta Urusi Politik
MAKALAH PERILAKU ORGANISASI
“ KASUS MOTIVASI KERJA”
(ASN Diminta Jangan Urusi Politik)
Disusun Oleh :
Viviani Amrina
1721200008
STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PALEMBANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat serta anugrah-Nya kepada saya
sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah
ini tepat pada waktunya dengan judul “Kasus Motivasi Kerja”
Makalah ini berisikan tentang Kasus Motivasi Kerja yang
sudah menjadi tugas penulis dengan dukungan orang tua, sahabat dan dosen.
Saya ucapkan terima kasih kepada
siapa saja yang telah mendukung saya dalam pembuatan Makalah ini baik semoga Tuhan
senantiasa menyertai kita dengan
anugrah-Nya.
Ucapan
terima kasih saya berikan kepada :
1.
Ibu
Charisma Ayu Pramudhita, M.HRM. selaku Dosen Perilaku Organisasi di
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang.
Palembang,
Maret 2018
Penulis,
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN
JUDUL LUAR ............................................................................ i
KATA
PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
....... 1.1 Latar Belakang................................................................................ 1
BAB II
GAMBARAN USAHA ...................................................................... 3
2.1 Gambar Koran.............................................................................. 4
2.2
Pembahasan ......................................................................................................... 4
BAB III
PENUTUP.......................................................................................... 4
3.1 Kesimpulan................................................................................... 4
3.2
Saran.......................................................................................................................... 4
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................... 4
BAB I
PENDAHULUAN
Menurut Winardi (2007,p1), motivasi
berasal dari kata motivation yang berarti ”menggerakkan”. Motivasi merupakan
hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang
individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entutiasme dan persistensi dalam hal
melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Sedangkan motivasi kerja adalah suatu
kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia, yang dapat
dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang pada
intinya berkisar sekitar imbalan moneter dan nonmoneter, yang dapat
mempengaruhi hasil kinerjannya secara positif atau secara negatif, hal mana
tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan.
Motivasi merupakan suatu kehendak atau
keinginan yang muncul dalam diri karyawan yang menimbulkan semangat atau
dorongan untuk bekerja secara optimal guna mencapai tujuan. Motivasi berasal
dari kata dasar motif, yang mempunyai arti suatu perangsang, keinginan dan daya
penggerak kemauan bekerja seseorang.
Motivasi berkembang dengan taraf
kesadaran seseorang akan tujuan yang hendak dicapainya. Berdasarkan dari
penjelasan ayat tersebut bahwa motivasi berprestasi tidak selalu timbul dengan
sendirinya. Motivasi dapat ditimbulkan, dikembangkan dan diperkuat oleh
faktor-faktor lain. Makin kuat motivasi seseorang, makin kuat pula usahanya
untuk mencapai tujuan. Pengertian ini berarti pula bahwa motivasi dapat
berubah.
Motivasi adalah pemberian daya penggerak
yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar pegawai mau bekerjasama dengan
efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk
tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi
beberapa kebutuhan individual. Kebutuhan terjadi apabila tidak ada keseimbangan
antara apa yang dimiliki dan apa yang diharapkan. Dorongan merupakan kekuatan
mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan dan pencapaian tujuan. Dan tujuan
adalah sasaran atau hal yang ingin dicapai oleh seseorang individu.
Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa yang dimaksud motivasi kerja adalah sesuatu yang dapat
menimbulkan semangat atau dorongan bekerja individu atau kelompok terhadap pekerjaan
guna mencapai tujuan. Motivasi kerja pegawai adalah kondisi yang membuat
pegawai mempunyai kemauan atau kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu melalui
pelaksanaan suatu tugas. Motivasi kerja pegawai akan mensuplai energi untuk
bekerja atau mengarahkan aktivitas selama bekerja, dan menyebabkan seorang
pegawai mengetahui adanya tujuan yang relevan antara tujuan organisasi dengan
tujuan pribadinya.
Menurut Sunyoto Danang (2012:198) tujuan
motivasi antara lain :
1) Mendorong
gairah dan semangat kerja karyawan
2) Meningkatkan
moral dan kepuasan kerja karyawan
3) Meningkatkan
produktivitas kerja karyawan
4) Mempertahankan
loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan
5) Menciptakan
suasana dan hubungan kerja yang baik.
6) Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan.
Menurut Danang Sunyoto (2012:198) dalam
memotivasi bawahan, ada beberapa petunjuk atau langkah-langkah yang perlu
diperhatikan oleh setiap pimpinan, yaitu:
1) Pemimpin
harus tahu apa yang harus dilakukan oleh bawahan.
2) Pemimpin harus berorientasi kepada kerangka acuan orang.
3) Tiap orang berbeda-beda di dalam memuaskan kebutuhan.
4) Setiap
pemimpin harus memberikan contoh yang baik bagi karyawan.
5) Pemimpin
mampu mempergunakan keahlian dalam berbagai bentuk.
6) Pemimpin
harus berbuat dan berlaku realistis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi
kerja menurut Sustermeister dalam Djatmiko, Yayat Hayati (2002:67) yaitu:
1) Kondisi
lingkungan kerja
2) Kondisi
social lingkungan kerja
3) Keterpenuhan kebutuhan dasar individu
Elemen – elemen kunci dalam motivasi :
1) Intensitas (intensity).
Focus pada seberapa besar atau kerasnya usaha seseorang
untuk mencoba mencapai sesuatu dalam hidupnya.
2) Arahan (direction).
Usaha yang sudah ada dan sudah dilakukan, diarahkan ke
suatu tujuan, misalnya tujuan organisasi.
3) Kegigihan (persistence).
Elemen ini, focus kepada seberapa lama seseorang dapat
mempertahankan upaya atau usahanya.
Bahwa yang mempengaruhi motivasi kerja
yaitu faktor eksteren dan interen. Faktor eksteren yang mempengaruhi motivasi
kerja kondisi linkungan kerja, kepemimpinan, status dan jabatan. Faktor interen
kebutuhan terpenuhi, tingkat pendidikan dan kepuasan kerja.
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yang telah diuraikan diatas,
penulis telah merumuskan masalah yang akan dibahas didalam isi makalah, sebagai
berikut:
1. Apa pengertian motivasi ?
2. Apa saja komponen dasar dalam Motivasi
?
3. Bagaimana perusahaan
meningkatkan motivasi karyawannya ?
Tujuan Penulisan
1. Memenuhi tugas mata kuliah Perilaku
Organisasi dengan Dosen Pengajar Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM
2. Dalam rangka pemahaman lebih mendalam
tentang pembahasan materi Motivasi.
3. Untuk mengetahui
cara meningkatkan motivasi kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
Sejak era revolusi industri dimulai,
cara-cara meningkatkan motivasi pekerja telah berkembang seiring dengan
modernisasi tingkat kerumitan pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan dalam
suatu perusahaan di masa kini.
Model motivasi kerja pertama yang paling
sederhana adalah dengan menekankan hubungan pemberian insentif dengan kinerja.
Motivasi karyawan dipengaruhi agar mereka meningkatkan kinerjanya dengan
memberikan materi sebagai kompensasi dari prestasi kerjanya. Semakin baik
prestasinya, insentif yang didapatkan akan semakin banyak atau sering.
Oleh sebab itu, untuk meningkatkan motivasi
karyawan, manajemen perusahaan perlu memberikan kesempatan kepada para pekerjanya
untuk memiliki tanggung jawab dan diberikan kepercayaan untuk membuktikan
kemampuannya. Orientasi pada prestasi menjadi arahan pokok dalam pengelolaan
motivasi sumber daya manusia di dalam organisasi.
Pembahasan
“Mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara
(ASN) dilingkungan Pemkot setempat untung tenang dan bekerja sesuai tugas
dengan baik, tanpa terpengaruh siruasi politik yang kian memanas. Serta fokus
untuk melayani masyarakat sebagai PNS.” ungkapan M Kowi SSos pada saat
penyambutan dalam acara Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah Prabumulih di aula Kelurahan Mangga Besar, Kamis(8/3).
Lanjut Kowi menuturkan, sebagai pegawai
hendaknya fokus dalam pekerjaan dan menelurkan inovasi-inovasi dalam bekerja,
sehingga tutur mampu membangun kota prabumulih. Karena, Pegawai harus memiliki
keahlian dan mampu bekerja secara profesional, jangan sampai justru karena
politik menjadi terombang-ambing,” tuturnya.
Motivasi yang bisa diambil, yaitu: Pegawai
harus ingta lagi sumpah saat diangkat, jangan lalai serta harus disiplin kerja
untuk negara.
“Menekankan agar ASN tidak berpolitik karena
sesuai aturan jika ikut berpolitik akan dikenakan sanksi.” tutur H Richard
Cahyadi.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Motivasi karyawan merupakan suatu keadaan yang mendorong,
merangsang, atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu yang
dilakukannya sehingga mencapai tujuannya.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan
bahwa motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang, baik
yang berasal dari dalam dan luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan
semangat tinggi menggunakan semua kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.
Kegunaan motivasi karyawan adalah untuk mendorong timbulnya
kelakuan atau suatu perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan
seperti belajar. Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada
pencapaian tujuan yang diinginkan. Sebagai penggerak, berfungsi sebagai mesin
bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu
pekerjan.
3.2 Saran
Demikian yang penulis dapat paparkan
mengenai motivasi karyawan dan contoh kasus yang berkaitan, tentunya penulis
menyadari atas segala kekurangannya. Maka dari itu, penulis berharap para
pembaca dan penyimak memberikan kritik dan saran yang membangun demi
menyemburnakan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA


Komentar
Posting Komentar