Masalah Kepemimpinan di Pertamina Sudah Parah

Makalah Perilaku Organisasi
PT. PERTAMINA
“Masalah Kepemimpinan di Pertamina Sudah Parah”






Disusun oleh: 
Viviani Amrina  
1721200008



STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PALEMBANG

Kata Pengantar


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia nikmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang berjudul “PT. PERTAMINA". Atas dukungan moral, informasi dan materi yang diberikan dalam menyelesaikan makalah ini, maka kami mengucapkan banyak terima kasih kepada :

Ibu Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM, selaku guru Pembimbing kami, yang memberikan dorongan, masukan kepada penulis.

Meski telah disusun secara maksimal, namun kami sebagai manusia biasa menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Karenanya penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan untuk memperbaiki makalah ini.

Demikian apa yang bisa kami sampaikan, semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari karya ini.

Palembang, Mei 2018


Penulis





DAFTAR ISI




  Hal
HALAMAN JUDUL LUAR i
KATA PENGANTAR  ii
DAFTAR ISI iii
BAB I  PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 1

BAB II PEMBAHASAN 9
                 2.1 Penyelesaian 9

BAB III PENUTUP 11
                 3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran 11

DAFTAR PUSTAKA iv











BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang
Kepemimpinan adalah suatu kekuatan yang menggerakkan perjuangan atau kegiatan menuju sukses. Kepemimpinan juga berarti proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan. Namun, kepemimpinan sering sulit didefenisikan secara tepat. Oleh karena itu, banyak ahli mencoba memperkenalkan pengertian kepemimpinan sesuai dengan versi masing-masing. Kepemimpinan juga seringkali dihubungkan dengan organisasi. Mengenai kepemimpinan, Thoha (1983) mengemukakan bahwa suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal, sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan yang ada.
Jenis Kepemimpinan:
Koersif
Jenis kepemimpinan ini bisa juga disebut dengan kepemimpinan otoriter.
Pemimpin menjalankan semuanya sesuai dengan kehendak hatinya, bawahan tinggal menjalankan apa saja tugasnya, tanpa ada orang yang boleh membantah semua perintahnya.
Kelebihan :
  • Ketika dibutuhkan pengambilan keputusan secara mendadak dengan cepat dan tepat. Pengambilan keputusan akan difikirkan secara matang tanpa dipengaruri oleh orang lain.
  • Pengambilan keputusan akan lebih cepat dan tepat jika diambil oleh seorang pemimpin saja.
  • Pemimpin dengan jenis ini akan menumbuhkan sikap disiplin dari anggota atau bawahannya.
Kekurangan :
  • Ketika pelaksanaan tugas, bawahan atau anggota kelompok tidak bisa berfikir kreatif dan akan mudah bosan.
  • Tidak akan ada perubahan pada organisasi atau kelompok tersebut karena pemimpinnya sulit untuk menerima perubahan dan usulan dari bawahan atau anggotanya.
Otoritatif
Jenis pemimpin ini adalah pemimpin yang mendapatkan kekuasaan dengan persetujuan dan kejelasan visi yang ia paparkan. Pemimpin akan melakukan perubahan-perubahan untuk mencapai visi dari organisasi tersebut.
Kelebihan :
  • Ketika seorang pemimpin bertemu dengan anggota yang sejalan, maka progam akan mudah dijalankan dan visi tercapai.
  • Pemimpin jenis ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mudah mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama.
kekurangan :
  • Terlalu lama menentukan keputusan apa yang harus diambil saat kondisi mendesak.
  • Pemimpin akan mengalami kesulitan saat anggota atau bawahannya tidak setingkat dengannya.
  • pemimpin akan mengalami kesulitan saat bersama dengan tim ahli. Pemimpin ini akan dianggap terlalu angkuh atau sombong karena selalu berfikir kedepan dan menganggap orang lain tidak memiliki kemampuan atau pengetahuan seperti dirinya.
Afiliatif
Kepemimpinan yang afiliatif adalah seorang pemimpin yang memberikan jalan bagi anggotanya untuk bertindak. Pemimpin akan sangat disenangi oleh semua bawahan atau anggotanya karena dalam organisasi semua memiliki sifat terbuka.
Kelebihan :
  • Terjadi harmonisasi antara pemimpin dan bawahannya karena adanya keterbukaan.
  • Para anggotanya merasa senang karena pemimpin memprioritaskan semua kegiatan dan tujuannya pada anggotanya.
Kekurangan :
  • Anggotanya akan merasa ketergantungan kepada pemimpinnya, karena pemimpin selalu membantu dan mengedepankan anggota atau bawahannya.
  • Apabila seseorang yang belum mengenal pemimpin tersebut akan menganggap remeh pemimpinnya.
Demokratis
Kepemimpinan jenis ini mengedepankan pendapat dari anggota untuk mengambil keputusan sehingga setiap masalah diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Perbedaannya dengan afiliatif adalah seorang pemimpin tidak mengedepankan kebahagiaan dari anggotannya akan tetapi tujuan keterbukaan adalah untuk saling faham satu sama lain sehingga bisa tercapai kerjasama. Pemimpin akan mengambil keputusan sesuai dengan suara terbanyak dari anggota.
Kelebihan :
  • Terjadinya keterbukaan antara anggota dan pemimpin jadi semua masalah yang terjadi.
  • Pemimpin juga tidak terlalu terbebani akan masalah yang dihadapi karena ditanggung bersama.
Kekurangan :
  • Jika seorang pemimpin tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat kemudian terjadi kontra antar anggota.
  • Apabila anggota tidak sefaham atau memiliki cara pandang yang berbeda, selalu tidak terjadi titik temu dan hanya saling berdebat satu sama lain.
Pacesetting
Jenis kepemimpinan ini menyatakan bahwa seorang pemimpin membutuhkan atau menuntut kesempurnaan dari anggotanya. Pemimpin membuat standar-standar yang harus dipenuhi oleh setiap anggotanya agar tercapai apa yang diinginkan pemimpinnya.
Kelebihan :
  • Apa yang dilakukan oleh anggota selalu sempurna dan dapat memenuhi target.
  • Pemimpin jenis ini juga akan sangat maju jika bertemu dengan anggota yang senang bekerja dan mampu membangun motivasi dirinya.
Kekurangan :
  • Jika anggotanya adalah orang yang tidak suka berkembang atau sulit memotivasi diri maka anggota merasa tidak dianggap oleh pemimpin dan menjadi malas untuk mengerjakan tugasnya
2. Pemimpin memiliki banyak pekerjaan karena mengontrol setiap kegiatan dari anggotanya bahkan mengambil alih setiap pekerjaan yang tidak sesuai dengan standarnya.
Coaching
Jenis kepemimpinan ini hampir sama dengan kepemimpinan pacesetting karena pemimpin ini juga menuntut kesempurnaan dari anggotanya. Akan tetapi jenis ini menetukan ketentuan yang berbeda-beda untuk setiap orang.Pemimpin ini menuntut anggotanya untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki masing-masing anggota.
Kelebihan :
  • Pemimpin akan mengenali semua anggota yang ada dalam organisasinya.
  • Pemimpin dapat menggali kemampuan terpendam dari anggotanya dan juga memperbaiki kekurangan-kekurangan dari anggotanya.
Kekurangan :
  • Seorang pemimpin memerlukan waktu yang lama untuk mengembangkan anggotannya satu-persatu
  • Anggota yang malas akan merasa tertekan karena selalu dituntut untuk melakukan hal-hal tertentu.

TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN 

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi. 

2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.

3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif. 

4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. 

5. Manajer adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).

6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. 

7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :

1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator

PRINSIP- PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN

Prinsip, sebagai paradigma terdiri dari beberapa ide utama berdasarkan motivasi pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau organisasi. Menurut Stephen R. Covey (1997), prinsip adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:

1. Seorang yang belajar seumur hidup 
Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar. 

2. Berorientasi pada pelayanan 
Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.

3. Membawa energi yang positif
Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ;


a. Percaya pada orang lain
Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.



b. Keseimbangan dalam kehidupan
Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat. 

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan 
Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

d. Sinergi
Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja.

e. Latihan mengembangkan diri sendiri
Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4) mengaplikasikan prinsip-prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan 

kepada hasil; (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.

Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: (1) kemauan dan keinginan sepihak; (2) kebanggaan dan penolakan; dan (3) ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut, memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. 

Hukum alam tidak dapat dihindari dalam proses pengembangan pribadi. Perkembangan intelektual seseorang seringkali lebih cepat dibanding perkembangan emosinya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencapai keseimbangan diantara keduanya, sehingga akan menjadi faktor pengendali dalam kemampuan intelektual. Pelatihan emosional dimulai dari belajar mendengar. Mendengarkan berarti sabar, membuka diri, dan berkeinginan memahami orang lain. Latihan ini tidak dapat dipaksakan. Langkah melatih pendengaran adalah bertanya, memberi alasan, memberi penghargaan, mengancam dan mendorong. Dalam proses melatih tersebut, seseorang memerlukan pengontrolan diri, diikuti dengan memenuhi keinginan orang. 

Mengembangkan kekuatan pribadi akan lebih menguntungkan dari pada bergantung pada kekuatan dari luar. Kekuatan dan kewenangan bertujuan untuk melegitimasi kepemimpinan dan seharusnya tidak untuk menciptakan ketakutan. Peningkatan diri dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap sangat dibutuhkan untuk menciptakan seorang pemimpin yang berpinsip karena seorang pemimpin seharusnya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional (IQ, EQ dan SQ).

Pembahasan tentang Kepemimpinan menyangkut tugas dan gaya Kepemimpinan, cara mempengaruhi kelompok/organisasi, dan yang mempengaruhi Kepemimpinan seseorang.

TUGAS KEPEMIMPINAN
Tugas Kepemimpinan (Leader Function), meliputi dua bidang utama, pekerjaan yang harus diselesaikan dan kekompakan rang yang dipimpinannya. Tugas yang berhubungan dengan pekerjaan disebut Task Function. Tugas yang berhubungan dengan pekerjaan perlu agar pekerjaan kelompok dapat diselesaikan dan kelompok mencapai tujuannya. Tugas yang berhubungan dengan kekompakan kelompok dibutuhkan agar hubungan antar orang yang bekerjasama menyelesaikan kerja itu lancar dan enak jalannya.

Tugas Kepemimpinan yang berhubungan dengan kerja kelompok antara lain :

1. Memulai, initiating; usaha agar kelompok mulai kegiatan atau tugas tertentu.
2. Mengatur, regulating; tindakan untuk mengatur arah dan langkah kegiatan kelompok
3. memberitahu, informing; kegitan memberi informasi,data,fakta dan pendapat kepada para anggota dan meminta mereka dari mereka informasi,data atau pendapat.
4. mendukung, supporting; usaha untuk menerima gagasan,pendapat dari bawah dan menyempurnakannya dengan menambah atau mengurangi untuk penyelesaian tugas bersama.
5. menilai, evaluating; tindakan untuk menguji gagasan yang muncul atau cara kerja yang diambil dengan menunjukkan konsekuensi dan untung-ruginya.
6. menyimpulkan, summarizing; kegiatan untuk menyimpulkan gagasan untuk tindakan lebih lanjut.

Tugas Kepemimpinan yang berhubungan dengan kekompakan kelompok antara lain :

1. mendorong, encouraging; bersikap hangat,bersahabat dan menerima orang lain
2. mengungkapkan perasaan, expressing feeling; tindakan menyatakan perasaan terhadap kerja dan kekompakan kelompok seperti rasa puas, senang,bangga,dan ikut sepenangungan seperasaan jika terjadi masalah didalam kelompok
3. mendamaikan, harmonizing; tindakan mendamaikan dan mempertemukan orang-orang yang berbeda pendapat
4. mengalah, compromizing; kemauan untuk mengubah dan menyesuaikan pendapat dengan perasaan orang lain
5. memperlancar, gatekeeping; kesediaan mempermudah keikutsertaan para anggota dalam kelompok, sehingga rela menyumbangkan pendapat.
6. memasang aturan permainan, setting standard; tindakan menyampaikan tata tertib yang membantu kehidupan kelompok

I.II Rumusan Masalah
  • Apa permasalahan yang ada pada PT. Pertamina?
  • Bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dari PT. Pertamina?

I.III Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
- Memacu siswa agar lebih kreatif.
  • Membiasakan siswa untuk menuangkan apa yang ada difikirannya dalam bentuk tulisan.

I.IV Manfaat :
- Memberikan siswa pengetahuan, wawasan baru.
- Mengasah kemampuan siswa dalam pemecahan suatu permasalahan.






BAB II
PEMBAHASAN






Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta aktivitas lainnya dalam rangka mengembangkan sumber energi yang berkelanjutan atau Sustainable Energy. Dalam pengusahaan migas baik di dalam dan luar negeri, Pertamina beroperasi baik secara independen maupun melalui beberapa pola kerja sama dengan mitra kerja yaitu Kerja Sama Operasi (KSO), Joint Operation Body (JOB), Technical Assistance Contract (TAC), Indonesia Participating/ Pertamina Participating Interest (IP/PPI), dan Badan Operasi Bersama (BOB).

Pertamina menggunakan landasan yang kokoh dalam melaksanakan kiprahnya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang sesuai dengan standar global best practice, serta dengan mengusung tata nilai korporat yang telah dimiliki dan dipahami oleh seluruh unsur perusahaan, yaitu Clean, Competitive, Confident, Customer-focused, Commercial dan Capable. Seiring dengan itu Pertamina juga senantiasa menjalankan program sosial dan lingkungannya secara terprogram dan terstruktur, sebagai perwujudan dari kepedulian serta tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh stakeholder-nya.

Pembahasan:
Pencopotan dua pucuk kepemimpinan PT. Pertamina yang diusul dari keputusan Dewan Komisaris Pertamina, yang mempertimbangkan aspek personality kepemimpinan. Dalam rapat yang terakhir diputuskan dengan melakukan interview kepada semua Direksi, Dirut, dan Wadirut. Tetapi, setelah itu muncullah masalah-masalah baru dan akhirnya melakukan rapat lagi untuk meniadakan posisi tersebut. Presiden pun ikut menyetujui pada hasil rapat terakhir tersebut untuk memberhentikan dua direksi tersebut.

Alasan yang diambil dalam pencopotan adalah personality (ketidakcocokan antara Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama). Motivasi yang bisa diambil, yaitu: memperhatikan betul kinerjanya, pengetahuannya, hingga kemampuannya dalam menjadi pemimpin, tentunya sebagai pemimpin seorang atasan harus memberikan arahan yang terpenting motivasi.  Bentrokan kepribadian dapat menimbulkan ketidak percayaan hingga tidak respect dengan sesama rekan kerja.







BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pertamina (dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara) atau nama resminya PT. PERTAMINA (Persero) adalah sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Pertamina masuk urutan ke 122 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2013. Pertamina menetapkan enam tata nilai perusahaan,yaitu: BERSIH, PERCAYA DIRI, KOMERSIAL, KOMPETITIF, FOKUS PADA PELANGGAN, BERKEMAMPUAN. PT. Pertamina (Persero) memiliki kegiatan dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia yang terbagi ke dalam sektor hulu dan hilir. Pertamina hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan panas bumi, sedangkan Pertamina hilir memiliki kegiatan yang meliputi pengolahan, pemasaran & niaga, dan perkapalan serta distribusi produk hilir baik di dalam maupun keluar negeri.

Saran 
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail didalam menyebutkan perihal makalah di atas bersama sumber–sumber yang lebih banyak yang tentunya mampu di pertanggung jawabkan.

Untuk memberikan kritik atau saran kepada penulis supaya mampu untuk menanggapi terhadap analisis berasal dari bahasan makalah yang sudah dijelaskan.





Daftar Pustaka

Komentar